Selasa, 24 November 2020

engkau yang di harapkan

Assalmualaikum...

hembusan air .. rintihan hujan yang menggalir di pagi yang gemuruh , Burung berkicuan tanda alam yang nan indah menenangkan hari elok membuat orang nyaman , ayam menggeluarkan khas nya tuk menyemanggati para manusia.

air mata nya yang jatuh ketempat sujud ia curahkan segala keganduhan hatinya tuk mengadu pada tuhan yang esa, bibirnya sela melantunkan kata demi kata tuk menyerahkan hati nya kepada tuhan yang maha kuasa, denggan punuknyya yang ada dia selalu menunduk di hadapan tuhan tuk mendoakan anaknya yang sedang berjuang merntau di luar pulau sana . berharap hari esok ia akan menjadi seorng yang di segani di masyarakat, yang selalu berdiri di tenggah masyarakat tuk menggajak dalam kebaikan dan beramal shaleh kepada orang tuanya...

Kamis, 19 November 2020

 assalamualaikum ...

   Kini ku berada di tenggan hamparan yang panas ,yang di tempati oleh orang-orang hebat. Mereka di asah denggan berbagai pendidikan yang di sebut sistem kepondokan. disini kita menggenal kultur dan stuktur bukan memandang dengan seberapa tua dia namun ini masalah lebih tinggi mana jabatannya yang ia punya.

 Kami di tempa denggan pendidikan 24 jam oleh pondok anggota di ayommi oleh para mudabbir dan kelas lima di ayommi oleh kelas emam dst. semuanya mempunyai tinggakatan yang berbeda , semakin tinggi jabatan yang ia dapatkan maka akan semakin banyak goncnggan yang ada ayng akan menjadikan kita manusia yang matang saat menyapa dunia luar nanti.

wassalammualaikum...

Sabtu, 02 Mei 2020

Pandangan kehidupan








Alkisah, suatu hari, seorang ayah muda membawa anaknya yang baru berusia sekitar 4 tahun untuk bermain di taman hiburan. Mereka sedang menantikan parade menyambut ulang tahun taman hiburan tersebut yang akan digelar mulai petang hari. Setengah jam sebelum atraksi dimulai, si ayah mengajak anaknya menuju tempat menunggu yang dianggap paling strategis untuk menonton parade.
Tak lama kemudian, orang yang berkumpul pun semakin banyak saat parade hendak dimulai. Si anak bergerak ke sana-sini dengan tidak sabar.
“Ayah, kapan mulai paradenya?” Beberapa kali suara kecilnya nyaring bertanya.
“Sebentar, Nak. Tuh lihat… sebentar lagi mulai. Sabar ya,” kata si ayah menenangkan anaknya.
Tidak lama, terdengar suara sirine tanda dimulainya iring-iringan parade. Drumband pun terdengar menyemarakkan suasana diikuti dengan barisan artis dengan gaun yang berwarna-warni, kereta bunga, sepeda hias; semua indah dan seru. Tetapi si anak kecil yang tadinya berada di baris depan, terdesak ke tengah dan berakhir di pinggang gendongan ayahnya. Ia pun mulai menangis.
Si ayah dengan nada tidak sabar berkata, “Ssttt. Diamlah sayang. Parade sudah dimulai, kenapa kamu menangis? Lihat tuh, si Panda lewat. Eeehhh, kalau kamu terus menangis begini, lain kali ayah enggak mau ngajak nonton parade lagi, lho.”
Tetapi si anak tidak menjawab. Malahan suara tangisnya semakin keras. Akhirnya ayahnya melepaskan gendongannya dan berjongkok untuk melepas kejengkelannya. Tiba-tiba si ayah menyadari, yang dilihat anaknya adalah kerumunan orang, panas dan kepengapan udara. Walaupun sudah digendong di pinggangnya, tetapi tetap saja kerumunan orang membuat anaknya kurang nyaman dan tidak bisa melihat parade dengan jelas. Si ayah pun segera mengangkat anaknya dan menaruh di bahunya. Karena bebas dari kepengapan udara dan kekagumannya melihat parade yang indah, isak kecilnya tidak lama berubah dengan senyum dan keceriaan.
Akhirnya mereka berdua bersenang-senang melihat seluruh atraksi dan pertunjukan kembang api hingga di penghujung acara. Waktu tidur pun terlewatkan karena keasyikan menonton keramaian.
Di perjalanan pulang, si kecil tertidur pulas di pangkuan ayahnya. Si ayah pun membelai sayang putra tunggalnya, tersenyum puas karena kualitas waktu yang bisa disisihkan untuk kebersamaan mereka dan kemampuannya memperbaiki kesalahan, yang mampu mengubah tangis si kecil dengan tawa ceria. Semoga kenangan manis ini akan selalu mereka bawa di perjalanan kehidupan nantinya.
Dear Readers,
Sama dengan cerita anak kecil yang digendong sang ayah dalam cerita di atas, kalau dia tidak diangkat ke atas maka penglihatannya terganggu dan tidak bisa menikmati parade dengan puas.
Dalam kehidupan kita juga sama. Kalau pandangan hidup kita sempit, kerdil, dan pendek maka apa yang kita peroleh juga sama, tidak akan memuaskan. Untuk menikmati kehidupan ini dengan maksimal dan berarti, kita perlu melatih dan memiliki pandangan hidup yang besar, tinggi, luas sehingga kita mampu senantiasa menguasai masalah yang muncul. Dan tentu, mampu mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan, susah menjadi senang, dan meraih prestasi yang lebih baik dan lebih luar biasa lagi.

Rabu, 29 April 2020

Kehidupan

jahfal NET



 Assalamualaikum..



 Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan ia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun ia keheranan kenapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia atau pun bentuk tubuh?”
Belalang itupun menjawabnya, “Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup dialam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”. Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang selama ini membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.
Kadang-kadang kita sebagai manusia tanpa sadar pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan yang beruntun, perkataan teman, atau pendapat tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak semu yang membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah anda separah itu? Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih memilih untuk mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.
Gak pernah nte  mempertanyakan kepada hati  bahwa nte bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau nte mau menyingkirkan “kotak” itu? Tidakkah nte ingin membebaskan diri agar nte bisa mencapai sesuatu yang selama ini nte anggap diluar batas kemampuan nte?
Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman, teruslah berusaha mencapai apapun yang anda ingin capai. Sakit memang, lelah memang, tetapi bila anda sudah sampai kepuncak, semua pengorbanan itu pasti terbayar.
Kehidupan anda akan lebih baik kalau hidup dengan cara hidup pilihan anda. Bukan cara hidup yang seperti mereka pilihkan untuk انتِ... 
https://youtu.be/9IZmLnMc9TI